Sunday, 15 November 2015

Demam Pada Anak



KATEGORI DEMAM itu ada 3 :

  • Demam rendah :: suhu tubuh 37,2 – 38,3 0 C
  • Demam sedang :: suhu tubuh 38,4 – 39,4 0 C
  • Demam tinggi :: suhu > 39,5 0 C

Nah berikut tanda-tanda kapan kita perlu merasa cemas atau tidak

--SAAT UNTUK TIDAK TERLALU CEMAS –

1. Kondisi anak tidak tampak memburuk
2. Aktif saat bermain dan menanggapi interaksi dengan normal
3. Tidak ada perbedaan dalam warna kulit selain pipi yang merah karena demam
4. Tersenyum, waspada tertarik dengan sekeliling, mata terbuka lebar
5. Anak “kembali normal” dengan sendirinya ketika demam berkurang
5. Menangis dengan keras tetapi dapat dihibur/ditenangkan

--SAAT UNTUK MERASA LEBIH CEMAS—

1. Kondisi anak tampak memburuk selama berjam-jam/hari
2. Semakin lesu, mengantuk, kurang responsif
3. Pucat atau warna kulit keabu-abuan
4. Suram, ekpresi wajah gelisah
5. Anak tampak tidak membaik ketika demam berkurang
6. Tangis tidak dapat dihibur dan tangisannya semakin melemah
Jadi selalu sediakan termometer ya bu dirumah “sedia payung sebelum hujan”
Semoga bermanfat ya ibu, salam sayang dari kami (Ibu dan Umar)
selengkapnya...

Saturday, 14 November 2015

Permainan Edukasi Transportasi

Permainan ini berisi puzzle, melatih kemampuan anak untuk menulis, kemampuan anak untuk berhitung. Untuk mendapatkan permainan ini silahkan di unduh disini
selengkapnya...

Friday, 13 November 2015

Permainan untuk Anak Usia 1-2 Tahun - Eksplorasi Panca Indera

Punya anak yang berusia 1-2 tahun? Kehabisan ide bermain untuk si kecil yang sedang aktif-aktifnya? Tidak perlu bingung ibu, banyak jenis permainan yang bisa kita lakukan di rumah tanpa perlu mengeluarkan biaya yang besar. Kreativitas dan keterlibatan kita sebagai orang tua memiliki peran penting dalam proses bermain anak.

Di usia 1-2 tahun ini kemampuan berfikir anak semakin cerdas dan aktivitas fisiknya pun semakin lincah. Dalam bermain ada beberapa aspek yang perlu dipenuhi agar seorang anak bisa optimal dalam proses bermainnya. Salah satu aspeknya yaitu membantu ia mengeksplorasi panca inderanya. Seorang anak dibekali panca indera oleh Allah swt yang meliputi pendengaran, penglihatan, dan perasaan. Jika kita orang dewasa mempelajari sesuatu lebih dominan menggunakan indera penglihatan maka lain halnya dengan anak, semua indera mereka begitu sensitif dan lewat setiap indera tersebut mereka belajar.



Permainan Eksplorasi Panca Indera

1.Bermain Cermin
Permainan ini merangsang kemampuan visualnya. Ajak si kecil untuk melihat dirinya di cermin, lewat cermin kita bisa melatih anak untuk mengenal bagian tubuhnya, mengekspresikan berbagai emosi dan melihat dirinya sendiri.

2. Petak Umpet
Gunakan berbagai media yang ada di rumah seperti tirai jendela, selimut, meja atau kardus. Anak akan mengenal konsep hilang dan muncul kembali. Ia juga akan semakin terasah mengekpresikan perasaan bahagianya ketika menemukan kita dan ekspresi terkejutnya. Murah meriah kan :)

3. Sensory Walk
Permainan ini mengasah indera perasa anak. Di bagian kaki ada jutaan sel saraf yang mampu merasakan perbedaan tekstur. Permainan ini bisa dilakukan di dalam ruangan atau di luar ruangan. Ajak anak berjalan di halaman/ taman tanpa menggunakan alas kaki. Biarkan ia merasakan tekstur yang berbeda ketika berjalan di atas tanah, rumput, aspal ataupun batu. Pastikan area ia berjalan aman.
 
4. Meraba tekstur
Selain kaki, tangan juga memiliki peran penting sebagai indera perasa mereka. Gunakan berbagai benda di sekitar kita yang memiliki tekstur berbeda halus-kasar-berbulu seperti kertas, boneka, sikat, spon, buah salak, buah rambutan dll

5. Bermain Air
Masukkan mainan ke dalam ember atau baskom yang telah diisi air. Biarkan ia mengambil mainannya dan menikmati percikan air, tentunya ia akan gembira bermain dengan air

6.Menebak suara
Permainan ini mengasah indera pendengarannya. Ajak mereka keluar rumah mendengar kicau burung atau suara angin. Selain itu juga bisa dengan memasukkan benda benda kecil ke dalam wadah tertutup seperti kunci, beras kacang hijau, garam, pasir atau kelereng. Biarkan ia menebak suara benda apa yang ada di dalam wadah tersebut. Pastikan permainan ini dalam pengawasan orang tua karena menggunakan benda yang ukurannya kecil

7. Meniru suara
Tirukan berbagai suara hewan seperti cicak, sapi, ayam, kambing burung dll. Biarkan ia menebak suara hewan apa yang anda ucapkan
 
8. Mengenal Panca Indera
Tunjukkan kepadanya bagian wajah seperti mulut,hidung, mata, telinga pipi dll. Ajak ia bermain bersama menggunakan wajahnya dan wajah anda

9. Meniru Fungsi Objek
Di usia ini ia mulai senang meniru apa yang kita lakukan. Tunjukkan padanya benda-benda yang biasa kita gunakan sesuai fungsinya, misalnya sisir untuk menyisir rambut, sendok untuk makan, gelas untuk minum,sapu untuk menyapu,pensil untuk menulis dll.


Nikmati kebersamaan yang menyenangkan dengan si kecil sehingga ikatan anda sebagai orang tua dan anak semakin dekat :)
selengkapnya...

Thursday, 12 November 2015

Melatih Ingatan Dengan Matching Card

bermain menyesuaikan gambar dengan anak sangat menyenangkan dan seru. Selainitu menyesuaikan gambar dapat meningkatkan konsentrasi dan daya ingat anak.
 untuk mendapatkan permainan ini silahkan unduh disini

selengkapnya...

Wednesday, 11 November 2015

Tepatkah Menghibur Anak dengan Smartphone?

 

Keberadaan smartphone di tengah keluarga saat ini sudah menjadi hal yang biasa. Smartphone yang memanjakan kita dengan segala informasi dan fiturnya terasa seakan membuat hidup semakin mudah. Sudah tak aneh lagi kalau sekarang banyak kita jumpai anak-anak kecil yang lebih mahir menggunakan smartphone dibandingkan orang dewasa. 

Seringkali orang tua merasa kerepotan dengan anak yang aktif atau anak yang rewel. Padahal pekerjaan sudah menumpuk menunggu untuk diselesaikan. Biasanya orang tua akan memberi segala yang diinginkan anak agar mau diam dan tidak mengganggu pekerjaan mereka. Smartphone dengan segala kemudahannya mampu memberikan solusi bagi orang tua karena mudahnya mengakses video/lagu untuk anak-anak. Kemudahan itulah yang menjadi salah satu cara ampuh untuk menenangkan anak sekaligus menyelesaikan masalah bagi mereka.

Sepintas memang terlihat begitu mudah, anak menjadi tenang dan orang tua pun bisa beristirahat sejenak atau menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda. Tapi taukah anda, anak anda berada dalam masalah besar? 

Seorang psikiater dan praktisi pendidikan di Korea Selatan banyak menemukan kasus di kliniknya akibat penggunaan perangkat digital sejak dini. Salah satu kasus yang ia temui adalah kisah tentang seorang anak perempuan yang emosional. Seorang anak perempuan kelas 5 SD memiliki kelemahan untuk mengontrol emosinya dengan baik. Ia bisa memecahkan lampu saat bertengkar dengan adiknya, melempar pot bunga ke gurunya ketika dibangunkan saat pelajaran berlangsung dan memaki-maki histeris kepada kedua orang tuanya. 

Saat ia dalam keadaan emosional, orang tuanya pun berkata :
"Memangnya boleh marah-marah seperti itu?"
"Memangnya salah?" jawab sang anak
"Kalau kamu seperti itu, keluarga dan teman-temanmu tidak akan ada yang menyukaimu"
"Iya. Mereka bilang aku aneh. Tapi aku tidak peduli. Aku tidak masalah kalau tidak punya keluarga dan teman"
"Kamu akan kesepian kalau tidak ada yang menemanimu"
"Kesepian itu apa ya?Oh, bosan ya? Aku tidak pernah merasa bosan karena aku sibuk main game dan chatting, Justru aku tidak suka kalau diatur-atur"
"Kesepian dan bosan itu sama sekali berbeda"
"Apanya yang berbeda? Itu sama saja"

Dalam sesi konseling dengan psikiater, anak perempuan itu terus sibuk bermain dan mengecek smartphone . Ia menganggap bahwa orang-orang di sekelilingnya hanya menjadi pengganggu di saat ia asyik bermain di depan ponsel. Bahkan ia meminta sang psikiater untuk menyudahi pertemuan itu dan mengobrolnya lewat KakaoTalk saja. 

Hal itu pun terjadi di rumahnya, saat ada yang ingin dibicarakan oleh ibunya ia hanya ingin dihubungi lewat KakaoTalk. Karena ia merasa lebih nyaman ketika berbicara lewat ponsel dibandingkan bertemu langsung dengan sang ibu, padahal mereka tinggal dalam 1 rumah. 

Sang psikiater pun menggali informasi dari kedua orang tuanya tentang bagaimana masa kecil sang anak itu.  Ternyata sang orang tua selalu memberikan smartphone setiap kali sang anak merengek, bosan atau rewel. Tanpa disadari hal itu menjadi bumerang bagi kedua orang tuanya, anak itu begitu ketergantungan perangkat digital sehingga menjadi sangat emosional, tidak sabaran dan agresif saat berada di situasi yang membuatnya tidak nyaman. 

Semenjak kecil orang tuanyalah yang tanpa sadar membuatnya merasa lebih nyaman berinteraksi dan menghabiskan waktu dengan perangkat digital dibandingkan berkumpul bersama orang sekitarnya.

Apakah kita rela kehilangan anak-anak kita padahal mereka masih disisi kita saat ini? Ataukah kita menginginkan kehidupan yang harmonis dengan anak-anak kita? Semua ini tergantung pilihan kita, karena kita yang menentukannya.
selengkapnya...

Tuesday, 10 November 2015

Apakah Bayi Cukup Mendapatkan ASI?



Menyusui bayi untuk pertama kalinya sering membuat ibu khawatir apakah ASI yang ibu berikan cukup untuk bayi? Hal ini wajar dirasakan ibu karena di awal-awal bulan intuisi ibu belum terbentuk sempurna dan pengetahuan ibu tentang menyusui masih kurang.

Berikut ini bisa dijadikan tanda untuk mengetahui apakah bayi mendapatkan ASI yang cukup dan tepat :

1. Frekuensi buang air kecil
Bayi yang cukup menyusui, 3 hari pertama setelah menyusui biasanya akan berganti popok minimal 6-8x / hari. Freekuensi buang air kecil yang sering menjadi salah satu tanda bahwa bayi tidak mengalami dehidrasi (kekurangan cairan tubuh)

2. Terjadi perubahan pada kotoran bayi. 
Dalam mingggu pertama : kotoran berubah dari hitam pekat ke hijau/kecoklatan

Saat air susu yang dihasilkan ibu kaya protein dan lemak, maka kotoran bayi berubah menjadi kuning (tanda ia mendapat kalori cukup)

Dalam bulan pertama dan kedua bila bayi cukup mendapat susu kaya lemak maka frekuensi BAB minimal 2-3x. Pada beberapa bayi, BAB juga bisa terjadi selama dan setelah tiap kali menyusu. Hal ini wajar karena salah satu efek ASI adalah pencahar alami (merangsang BAB).

3. Rasakan perubahan fisik ibu
Bila sebelum menyusui dada terasa penuh dan setelah menyusui terasa berkurang. Selain itu juga terjadi perembesan di antara 2 waktu penyusuan. Hal ini menandakan bahwa ada produksi dan pemberian ASI yang cukup untuk bayi.

4. Amati tingkah laku bayi
Bila bayi mengisap dengan semangat, terdengar Bayi menelan ketika minum ASI, ibu merasa ada air susu yang keluar, setelah minum susu bayi akan tertidur pulas maka itu juga menandakan bahwa ia cukup memperoleh air susu
selengkapnya...

Monday, 9 November 2015

Kenali Gejala Dehidrasi Saat Anak Diare

Salah satu hal yang perlu diwaspadai pada saat anak diare adalah keadaan dehidrasi. Mengapa dehidrasi harus diwaspadai? Karena dengan penangan yang tidak tepat, dehidrasi dapat berakibat fatal. Dehidrasi ditandai dengan berkurangnya cairan tubuh. Bila anak diare ibu harus selalu mengamati apakah anak mengalami gejala dehidrasi ringan-sedang ataukah dehidrasi berat.

Tanda tanda berikut ini bisa menjadi panduan untuk menilai tingkat gejala dehidrasi.

Gejala Dehidrasi Ringan-Sedang 

1. Berat badan berkurang 5 % dari berat awalnya
2. Anak masih bermain tetapi ia tidak terlalu aktif
3. Mulut kering dan saat menangis hanya sedikit air mata yang keluar
4. Jumlah urin yang dihasilkan lebih sedikit dari biasanya

Gejala Dehidrasi Berat

1. Berat badan berkurang 5-10% dari berat awal
2. Anak menjadi lesu dan sangat sensitif/rewel
3. Mata sayu
4. Pada anak kurang dari 1 tahun, bintik lunak yang ada di bawah kepala menyusut
5. Mulut kering dan tidak ada air mata saat menangis
6. Kulit kering, pucat dan keriput
7. Buang air kecil sangat jarang (1-2x sehari)
8. Air seni berwarna kuning gelap


Penanganan yang bisa dilakukan untuk gejala dehidrasi ringan sampai-sedang adalah dengan terus memberikan cairan (ASI, minuman elektrolit,dan air putih). Apabila anak telah menunjukkan gejala dehidrasi berat maka ibu harus segera menghubungi rumah sakit/dokter terdekat untuk penanganan lebih lanjut.
selengkapnya...

Sunday, 8 November 2015

Tips Memotong Kuku Bayi

Kuku adalah bagian dari jari yang harus sering dirawat/dipotong, terlebih lagi kuku di bagian tangan. Selain  lebih cepat panjang dibanding kuku pada bagian kaki, kuku pada bagian tangan bayi yang panjang dapat menyebabkan luka di wajah akibat bayi yang belum mampu mengontrol gerakan tangannya sendiri. Memotong kuku bayi memang tidak semudah yang kita bayangkan beberapa penyebabnya antara lain rasa khawatir ibu melukai bayi ketika memotong kukunya atau bayi yang terlalu banyak bergerak.

Berikut ini adalah tips-tips yang bisa dilakukan agar menggunting kuku bayi menjadi lebih mudah :)

1. Gunting kuku saat bayi tertidur lelap
Bayi yang tidur lelap memudahkan tugas ibu karena badan bayi akan lemas dan tangannya terbuka

2. Gunakan gunting kuku yang sesuai
Biasanya gunting kuku bayi ujungnya tumpul dan berbentuk seperti gambar diatas. Karena dengan desain seperti itu ujung kuku bayi lebih mudah terlihat sehingga dapat mengurangi resiko terluka.

3. Tekan bagian kulit jari/bantalan jari
Saat menggunting kuku bayi, tekan bagian bantalan jari sehingga ujung kuku terlihat dan mudah dipotong. Bila ibu masih kesulitan melakukannya sendiri bisa meminta bantuan suami untuk membantu menekan bantalan jari itu

Bila saat mengunting ada sedikit darah yang keluar maka tekan lalu lap dengan tisue atau kain pada bagian yang berdarah.

selengkapnya...

Saturday, 7 November 2015

15 Cara Meningkatkan Produksi ASI

Bagi sebagian ibu, menyusui adalah kegiatan yang tidak mudah. Hal ini disebabkan karena jumlah produksi ASI yang sangat terbatas. Jumlah produksi ASI yang terbatas itu disebabkan oleh banyak faktor diantaranya posisi bayi saat menyusui, isapan bayi yang tidak tepat, faktor psikologis ibu (kelelahan, stres, putus asa), waktu menyusui yang terjadwal dll.

Seorang ibu tentu akan mengupayakan berbagai cara agar bayinya memperoleh ASI yang cukup. Untuk mendapatkan ASI yang cukup, perlu adanya upaya yang ibu harus lakukan yaitu :

1. Berkonsultasi dengan ahli
Ibu bisa melakukan kunjungan ke pakar ASI/dokter anak untuk mengetahui posisi dan teknik mengisap bayi yang tepat serta mengevaluasi apakah bayi ibu sudah melakukannya dengan benar.

2. Berfikiran positif
Jauhkan komentar-komentar negatif yang mungkin mengganggu pikiran ibu misalnya anggapan orang terdekat bahwa ibu tidak bisa menyusui dengan baik. Pada saat ini yang kita butuhkan adalah dukungan dari orang sekitar yang membantu membangun kepercayaan diri ibu untuk tetap memberikan ASI bagi bayi.

3. Cek kembali aktivitas ibu
Aktivitas yang terlalu padat dan sibuk dapat menyebabkan kelelahan sehingga tidak bisa menyusui dengan optimal

4. Bawa bayi ke tempat tidur
Menyusui di waktu siang dan malam sambil memeluk bayi akan membuat hubungan ibu dan bayi semakin erat. Pada saat tidur, ibu dapat menghasilkan hormon penghasil susu dengan sangat baik.

5. Buatlah kontak kulit dengan bayi
Buka sedikit pakaian bayi di bagian perutnya agar bisa terjadi kontak langsung dengan perut ibu. Kontak langsung antara bayi dan ibu bisa membuat bayi terjaga dari tidur dan membuatnya lebih bersemangat ketika disusui.

6. Lakukan penyusuan sesering mungkin
Semakin sering ibu menyusui bayi, maka produksi susu akan semakin baik. Susui bayi paling tidak 1x setiap 2 jam. Bila saat siang hari ia tertidur lebih dari 3 jam maka bangunkan agar ia mau menyusu. Saat bayi mengantuk biarkan ia meringkuk dalam dekapan ibu karena kontak kulit akan merangsang aliran susu.

7. Peluk bayi anda
Kontak antara  ibu dan bayi akan membantu merangsang hormon penghasil ASI

8 Tidur saat bayi tertidur
Pada saat awal kelahiran, seorang bayi akan sangat sering menyusui. Sehingga ibu juga perlu beristirahat dan menunda pekerjaan untuk menghemat tenaga.

9. Berikan kebebasan bagi bayi
Berikan bayi kesempatan untuk menyelesaikan menyusu pada salah satu payudara. Hal ini dapat membantu bayi untuk mendapatkan susu dengan kadar lemak paling tinggi. Bila bayi hanya beberapa menit menyusu pada salah satu payudara, bayi tidak mendapat banyak kalori yang di butuhkan untuk menaikkan berat badan. Cara menyusu inilah yang membantu bayi tumbuh dan meningkatkan kemampuan ia belajar mengisap.

10. Lakukan penyusuan berganti (teknik sendawa-ganti)
Biarkan bayi menyusu pada salah satu payudara hingga selesai, tandanya intensitas mengisap dan menelan menurun serta mata mulai tertutup karena mengantuk (biasanya dalam waktu 10 menit). Bila tanda itu telah muncul maka pindahkan ia dari sisi payudara yang pertama, tepuk punggungnya dengan lembut agar bersendawa lalu biarkan ia menyusu lagi hingga berhenti, pindahkan-sendawakan-pindahkan lagi. 
Cara ini mampu mengeluarkan air susu berkalori tinggi pada ibu karena refleks pengeluaran ASI dirangsang setiap ibu berganti sisi kiri dan kanan 

11. Lakukan penyusuan yang berulang
Hampir sama dengan teknik penyusuan berganti. Saat bayi telah selesai menyusui pada salah satu sisi, sendawakan bayi lalu gendong bayi dalam posisi tegak selama 10-20 menit. Setelah itu tawarkan kembali pada bayi agar mau menyusi kembali. Sendawa berfungsi untuk mengurangi jumalah udara dalam perut bayi sehingga ia bisa menerima susu kembali

12. Gendong Bayi
Kedekatan antara ibu dan bayi saat mengegendong membantu stimulasi produksi ASI dan membuat bayi ingin menyusu. Lakukan kegiatan ini di sela waktu ia terjaga. Beberapa bayi akan menyusu dengan baik bila dalam keadaan bergerak atau saat digendong ibunya

13. Pijat dada ibu sebelum dan selama menyusui
Pijatan lembut dapat membantu merangsang keluaranya air susu. Teknik ini bisa membantu bayi agar menyusu lebih lama. Saat bayi terlihat sudah tidak bersemangat mengisap gunakan tangan untuk memijat payudara sehingga air susu bisa turun dan dihisap bayi lagi

14. Rileks saat menyusui
Ibu yang tegang baik secara fisik maupun emosi akan menghambat keluarnya air susu (lihat disini)

15. Cukupi nutrisi ibu
Menu makanan yang kaya buah dan sayuran membantu meningkatkan poduksi air susu


selengkapnya...

Friday, 6 November 2015

Tips Bahagia Menyusui

Bayi sangat bergantung pada kondisi ibu. Kondisi ibu yang sedang stres atau tegang bisa membuat Bayi tak mau menyusui atau mendekati. Hal ini disebabkan oleh produksi hormon prolaktin yang menurun. Hormon prolaktin adalah hormon yang menghasilkan ASI dan dapat memberikan efek tenang pada ibu dan bayi. Sehingga dengan jumlah hormon prolaktin yang cukup dapat membuat ibu dan buah hati nyaman dan tercukupinya asupan ASI sang buah hati.


Berikut ini hal-hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan hormon prolaktin pada ibu :

1. Berfikir tentang bayi
Ibu perlu menyiapkan diri sebelum proses menyusui berlangsung. Fokuskan pikiran tentang bayi yang amat anda sayangi. Saat menyusui kita bisa mengusap dan memijat dengan lembut sang bayi. Usahakan agar terjadi kontak fisik sebanyak dan sesering mungkin antara ibu dan bayi.

2. Meminimalisir gangguan
Berbagai gangguan yang mungkin muncul misalnya ibu yang belum sempat makan, ke kamar kecil, pekerjaan rumah yang menumpuk. Pada saat menyusui singkirkan dulu gangguan-gangguan tersebut. Lakukan juga relaksasi dengan cara menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan seperti belajar pernafasan saat senam hamil.

3. Siapkan tempat khusus untuk menyusui bayi
Gunakan area tertentu di rumah untuk ibu menyusui bayi. Siapkan tempat itu dengan segala keperluannya misalnya, kursi yang bisa menyangga lengan saat kita menggendong bayi, perlengkapan bayi (popok, pakaian, saputangan untuk gumoh), makanan seperti buah-buahan, buku bacaan atau apapun yang membuat ibu nyaman. Tempat ini perlu diatur sedemikian rupa sehingga ibu betah. Hal ini karena ibu menyusui bayi bisa menghabiskan waktu yang lama misalnya selama 1 jam/lebih. 

4.  Siapkan peralatan pendukung saat menyusui
Peralatan pendukung akan membuat ibu menyusui dengan nyaman misalnya pakaian, bantal menyusui, alat menggendong dan kursi penyangga (lebih lengkap klik disini)


Pada dasarnya proses menyusui adalah sebuah siklus relaksasi diri. Semakin ibu sering menyusi bayinya maka akan semakin banyak pula hormon relaksasi yang dihasilkan sehingga ibu bisa menyusui bayi dengan lebih baik.
Tetap semangat memberikan ASI untuk buah hati :)
selengkapnya...

Thursday, 5 November 2015

Kartu Menjahit Mobil

Unduh disini
selengkapnya...

Wednesday, 4 November 2015

4 Perlengkapan Pendukung Proses Nyaman Menyusui

Proses menyusui seringkali membuat ibu menjadi kelelahan akibat waktu yang lama. Kelelahan saat menyusui dapat dikurangi dengan posisi ibu yang nyaman saat menyusui. Berikut tips yang bisa digunakan untuk mendapatkan posisi yang nyaman saat menyusui :


1. Gunakan pakaian yang sesuai
Pakaian yang memudahkan ibu untuk menyusui bayi, sangat membantu proses menyusui. Biasanya baju terusan (daster) ini memiliki kancing depan di bagian dada. Bisa juga menggunakan pakaian atasan dan bawahan (celana dan baju) yang praktis. Pakaian dengan jenis baju terusan (daster) yang tidak memiliki kancing di bagian depan akan sangat tidak nyaman digunakan saat menyusui bayi.

2. Gunakan alat menggendong
Kadangkala saat bepergian kita tetap harus menyusui bayi. Alat menggendong yang diselempangkan seperti jarik atau lainnya akan sangat membantu bayi agar melekat lebih dekat dengan ibu. Jangan gunakan alat gendong dengan tipe gendongan depan atau belakang.

3. Gunakan bantal menyusui
Apabila kita menyusui di rumah maka bantal menyusui akan sangat membantu. Bantal ini didesain khusus untuk memberikan sokongan yang kuat bagi bayi berada di pangkuan ibu dan meninggikan posisi bayi hingga sebatas payudara. Kelebihan bantal ini yaitu bisa pas di sekeliling pinggang ibu sehingga mampu menyangga punggung. Penggunaan bantal menyusui akan sangat membantu terutama untuk bayi yang prematur dan otot-ototnya lemah. Apabila kita tidak mempunyai bantal khusus menyusui bisa juga menggunakan bantal biasa.

4. Gunakan penyangga kaki
Penyangga kaki seperti dingklik.kursi kecil/pendek dapat membantu mengangkat pengkuan ibu ke ketinggian yang tepat dan nyaman untuk menyusi. Penyangga kaki ini bermanfaat untuk mengurangi pegal pegal di bagian punggung, kaki bahu dan lengan
selengkapnya...

Tuesday, 3 November 2015

Kartu Menjahit Sepatu

Menjahit sepatu bermanfaat untuk melatih konsentrasi dan kesabaran anak. Untuk mendapatkan gambarnya bisa di unduh disini

selengkapnya...

Monday, 2 November 2015

Hindari Makanan Ini Saat Memberi ASI


Makanan yang dikonsumsi ibu akan diminum oleh bayi melalui ASI. Apabila bayi itu sensitif terhadap makanan yang dimakan ibu, biasanya akan timbul efek dari makanan. Efek itu akan muncul setelah 2 jam ibu mengkonsumsinya. Makanan yang memberikan efek ini biasa disebut dengan makanan pengganggu ASI. Bayi yang sangat peka biasanya akan menunjukkan perubahan walaupun ibu hanya makan sedikit dari makanan pengganggu ASI. Gejalanya bayi bisa menjadi rewel, alergi, gatal-gatal, ruam, sakit perut atau gelisah. 

Bagaimana kita tahu bahwa penyebab perubahan pada bayi itu karena makanan pengganggu ASI yang dikonsumsi ibu?

Berikut tips untuk menyadari bayi terkena efek makanan pengganggu ASI
  • Bila bayi mengalami perubahan fisik/tingkah laku misal alergi dll, setelah 24 jam dari waktu ibu mengkonsumsi makanan pengganggu ASI. 
  • Bila bayi pulih dari perubahan fisik/tingkah laku misal alergi dll, setelah 2 x 24 jam dari waktu ibu mengkonsumsi makanan penganggu ASI. 

Apa saja makanan pengganggu ASI yang sebaiknya dihindari saat kita memberi ASI pada bayi?

1. Makanan yang mengandung kafein
Konsumsi makanan dengan kadar kafein tinggi dan terus menerus bisa membuat bayi terganggu, misalnya menjadi terjaga terus menerus. Makanan yang tinggi kafein misalnya kopi, teh, cokelat, minuman ringan.

2. Biji-bijian dan kacang-kacangan
Jenis makanan ini bisa menyebabkan alei misalnya kacang tanah, gandum, jagung

3. Makanan yang mengandung gas
Biasanya bayi menjadi lebih sering mengeluarkan gas. Jenis makanan yang mengandung banyak gas misalnya brokoli, kembang kol, kubis, bawan putih

4. Produk olahan berbahan susu
Produk olahan susu mengandung protein yang bisa menyebabkan alergi terutama pada bayi yang sensitif. Gejalanya bayi bisa mengalami saki perut.

5. Makanan pedas
Ternyata rasa ASI akan berbeda setelah ibu mengkonsumsi makanan pedas. Kadang kadang bayi menjadi menolak minum ASI atau menjadi sakit perut.
selengkapnya...

Sunday, 1 November 2015

Apa Saja Penyebab Diare pada Anak?

Diare adalah salah satu penyakit yang mungkin paling rentan dialami oleh balita. Daya tahan tubuh balita belum berkembang sempurna sehingga ia rentan terkena infeksi. Ada beberapa infeksi yang bisa menyebabkan diare pada anak. Yuk kita simak apa saja penyebabnya.

1. Rotavirus
Virus ini menjadi penyebab diare yang paling umum. Gejala umum yang muncul yaitu muntah-muntah dan demam. Biasanya diare akibat virus ini terlihat dari kotoran yang berbau sangat busuk, encer, berwarna hijau/cokelat.  Kejadiannya bisa berlangsung selama berminggu-minggu.

Gambar (Google.com)

2. Virus lain
Virus flu juga ternyata bisa menyebabkan diare

3. Bakteri
Jenis bakteri yang biasa menyebabkan diare yaitu Eschericia coli dan Salmonella. Gejalanya bisa muntah-muntah dan demam. Selain itu juga terjadi diare yang berdarah ang menunjukkan adanya infeksi bakteri diusus.

4. Parasit
Tanda tanda yang bisa diamati yaitu tinja menjadi encer dan bisa terjadi lebih dari 2 minggu
selengkapnya...