Showing posts with label kesehatan anak. Show all posts
Showing posts with label kesehatan anak. Show all posts

Monday, 30 November 2015

Apa yang Harus Dilakukan Bila Bayi Menggigit Saat Menyusu?

Beberapa ibu pasti pernah mengalami masa dimana sang bayi mulai senang menggigit saat sedang disusui. Reaksi pertama ibu biasanya berteriak karena kaget dan kesakitan. Kadang teriakan ibu juga bisa membuat bayi ikut kaget dan akhirnya menjadi mogok menyusu karena trauma. Teriakan dari ibu pun tak bisa disalahkan karena itu bagian dari refleks alami saat ibu merasa sakit. 


Saat bayi mulai tumbuh gigi biasanya ia akan senang mengigit-gigit benda apapun, termasuk ketika sedang menyusu. Itu dilakukannya karena ia merasa sakit dan gatal di gusinya saat gigi tumbuh. Saat ibu merasa kesakitan ibu akan menarik bayi menjauhi dirinya agar ia melepaskan diri saat menyusu.

Bila bayi sudah pernah melakukan hal ini dan kebiasan menggigit saat menyusunya belum juga hilang maka ibu bisa melakukan teknik agar menyusu menjadi nyaman bagi keduanya. Apa yang harus dilakukan?

Saat bayi mulai mengigit maka dekap bayi ke dada ibu. Karena bagian mulut dan hidungnya tertutup ibu maka secara otomatis ia akan melepaskan mulutnya untuk mencari jalan bernafas.Bayi akan mengurangi gigitannya saat ia merasa ia tak bisa bernafas dan menggigit.

Bila cara ini kita lakukan sebagai sebuah kebiasaan saat bayi mengigit saat sedang disusui, ia akan menyadari bahwa saat ia mengigit ia akan mendapatkan posisi menyusu yang tidak nyaman.

Berkata "tidak" saat ia menggit boleh dilakukan untuk memberitahukan bayi bahwa ada beberapa hal yang tidak boleh ia lakukan saat menyusu. Ibu bisa menyampaikan kepada bayi bahwa ibu merasa sakit bila dia mengigit-gigit. Yang perlu dipastikan adalah jangan menimbulkan rasa takut/trauma pada bayi.

Ibu juga perlu mengamati sebenarnya apa saja penyebab ia sering menggigit. Gigitan juga bisa menunjukkan jika bayi sudah selesai minum, tumbuh gigi dan lain-lain. Untuk mengurangi rasa sakitnya saat tumbuh gigi ibu bisa memerikan teether dingin atau buah dingin sebelum atau saat ia mau selesai menyusu.

selengkapnya...

Friday, 20 November 2015

Cara Atasi Bayi Mogok Menyusu


Bayi yang mogok menyusu lama dapat menyebabkan bayi kekurangan asupan nutrisi. Tentu hal ini menyebabkan ibu khawatir. Untuk itu ibu perlu melakukan sesuatu agar bayi dapat segera menyusu kembali sehingga nutrisinya dapat terpenuhi. 

Yuk bu kita simak tips berikut ini :

1. Cari tahu penyebab yang membuat bayi tidak mau menyusu dan sebisa mungkin atasi penyebab itu

2. Susui bayi dengan posisi lain yang membuat ia nyaman

3. Susui bayi saat ia merasa sangat lapar atau saat mengantuk

4. Susui bayi kapanpun saat bayi meminta, jangan berikan jadwal yang kaku

5. Pompa ASI saat bayi tak mau menyusu agar produksi ASI tetap lancar

6. Hindari hal-hal yang bisa menganggu bayi saat sedang menyusu misalnya suara berisik, suara teriakan dll.

7. Lakukan kontak fisik dengan bayi misalnya memeluk sesering mungkin, bila ibu dan bayi pernah terpisah cukup lama

8. Tidak memaksa bayi untuk menyusu langsung karena bisa membuat ia trauma

9. Sabar dan terus berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi bayi :)

10. Pastikan bayi tidak kekurangan cairan. Bila ia sudah berusi > 6 bulan asupan cairan bisa ditambahkan dengan minum air putih, jus buah atau lainnya.
selengkapnya...

Thursday, 19 November 2015

Penyebab Bayi Mogok Menyusu


Pernah mengalami kondisi dimana bayi tidak mau menyusu dan menolak saat di beri ASI? Kejadian ini mungkin terjadi selama beberapa hari? Pasti bingung karena bunda tak tahu apa penyebabnya. Bila bayi sudah menginjak usia hampir 2 tahun mungkin kita mengira itu tanda-tanda ia sudah mulai mau disapih tetapi bagaimana bila bayi masih berusia sangat muda misalnya masih di bawah 6 bulan. 

Mogok menyusu bisa terjadi pada bayi dengan usia berapapun. Sebenarnya itu adalah salah satu cara yang dilakukakan bayi untuk menyampaikan kepada ibu bahwa ada sesuatu yang membuat ia tidak nyaman menyusu.  Yang perlu dilakukan oleh ibu adalah mencari tahu apa penyebabnya sehingga ibu bisa kembali membujuk bayi agar mau menyusu.Untuk mengatasi bayi mogok menyusu bisa di baca disini

Apa saja penyebab bayi tiba tiba mogok menyusu?Yuk kita simak..

1. Bayi sedang sakit 
Bayi yang sakit sangat mungkin mengalami kesulitan mengisap ASI sehingga ia merasa lelah dan frustasi karena ASI yang didapat hanya sedikit. Bayi yang sedang pilek dan hidungnya tersumbat juga akan kesulitan bernafas saat ia sedang menyusu
Bayi yang mengalami tumbuh gigi akan mengalami rasa sakit di bagian gusinya sehingga ia menjadi tidak nyaman saat menyusui

3. Bayi sedang alami infeksi di bagian mulut dan telinga
Sariawan, infeksi jamur di mulut dan infeksi telinga membuat bayi tidak nyaman menyusu. 

4. Imunisasi
Tempat bekas suntikan imunisasi bisa tertekan saat bayi menyusu pada posisi tertentu sehingga ia merasa sakit

5. Jadwal menyusu 
Jadwal menyusui yang terlalu kaku dan tidak mengikuti keinginan bisa membuat bayi mogok menyusu

6. Kondisi fisik dan psikologis ibu
Produksi ASI yang terlalu sedikit bisa membuat bayi kesulitan mendapatkan ASI, sedangkan produksi ASI yang terlalu banyak mungkin saja membuat bayi tersedak saat menyusu..
Selain itu juga bila ibu belum menguasai teknik menyusui dengan baik bisa saja bayi merasa tidak nyaman. 
Bayi yang mengalami bingung puting juga bisa tiba-tiba mogok menyusu

7. Ibu yang berteriak
Bila ibu sering berteriak karena merasa sakit saat menyusui bisa juga menyebabkan bayi mogok menyusu. Suara keras itu bisa membuat bayi kaget dan merasa terganggu.Ibu yang sering melepaskan diri saat bayi ingin menyusu juga membuat bayi tak nyaman.

8. Perubahan rasa ASI
Makanan, minuman atau obat tertentu bisa mempengaruhi rasa ASI sehingga membuat bayi enggan menyusu. Saat ibu sedang menstruasi juga bisa terjadi sedikit perubahan pada tubuh dan air susu.

9. Perubahan situasi
Situasi baru yang berbeda bisa membuat bayi tak nyaman misalnya bayi yang terpisah dengan ibu untuk jangka waktu yang lama, pindah rumah, pergi ke tempat baru untuk waktu yang lama, pengasuh yang baru dll.



selengkapnya...

Wednesday, 18 November 2015

Mengapa Bayi Gumoh ?


Gumoh adalah istilah umum yang digunakan oleh kita saat bayi mengeluarkan sebagian susu yang telah diminum sesaat setelah disusui. 

Usia Berapa Bayi Mengalami Gumoh?
Secara umum bayi akan sering mengalami gumoh ketika ia berusia 0-3 bulan. Saat ia menginjak usia 6 bulan maka gumoh juga akan berkurang. 


Mengapa Bayi Gumoh?
Bayi sering mengalami gumoh karena volume lambungnya masih kecil dan klep lambung masih belum berfungsi sempurna.

Bagaimana Bila Bayi Mengalami Gumoh berlebihan?
Gumoh yang berlebihan bisa melukai tengorokan bayi. Tenggorokan bayi yang luka dapat mengurangi nafsu makan (minum ASI) yang berdampak pada menurunnya asupan nutrisi bayi sehingga bayi dapat terganggu pertumbuhannya. Bila gumoh masih dalam kategori normal, ibu tak perlu khawtir :)

Bagaimana Tandanya Gumoh yang Normal?
1. Gumoh tidak boleh lebih dari 4-5x dalam sehari
2.  Bayi tetap aktif dan minum ASI dengan lancar
3. Kurva pertumbuhan bayi berada di garis normal

Bila ada tanda-tanda yang mencurigakan karena gumohnya berlebih maka ibu bisa berkonsultasi ke dokter

Bagaimana Mengurangi Gumoh?
1. Biarkan bayi menyusu sesuai keinginannya. Jangan memaksa bayi bila ia sudah kenyang. 
2. Lakukan penyusuan dengan posisi yang benar sehingga bayi tidak banyak menelan udara saat sedang menyusui
3. Sendawakan bayi dengan menggendongnya pada posisi tegak, tepuk perlahan punggungnya selama 5-15 menit. 

selengkapnya...

Tuesday, 17 November 2015

Tips Nyaman Ajak Anak Berenang


Sebelum mengajak si kecil untuk berenang apa saja ya yang perlu kita persiapkan?
Yuk kita simak tips berikut ini

1. Perhatikan kebersihan kolam
Bila berenang di tempat umum maka pastikan airnya bersih. Jika berenang sendiri di rumah maka pastikan kolam dan air yang kita gunakan juga bersih

2.  Perhatikan suhu air kolam
Sebaiknya air tidak terlalu dingin. Bila berenang sendiri di rumah bisa tambahkan air panas ke dalam campuran air kolam agar airnya menjadi hangat

3. Perhatikan waktu
Waktu berenang yang aman yaitu sekitar pukul 08.00-09.00 atau 16.00-17.00

4. Perhatikan perlengkapan pendukung
Siapkan baju renang yang sesuai, handuk kering. baju ganti dan perlengkapan mandi lainnya

5. Perhatikan keamanan anak
Gunakan neckring (pelampung leher) untuk bayi dengan tekanan angin yang pas agar tidak menyakiti leher bayi atau membuatnya terlalu kempes. Untuk balita bisa gunakan pelampung tangan atau pelampung yang dipasang di pinggang

6. Perkenalkan dulu
Sebelum bayi/anak masuk ke kolam perlu dibasuhkan air terlebih dulu agar ia tidak kaget dan trauma pada air. Tetap pegang anak saat ia merasa belum siap karena bila kita langsung melepaskannya bisa jadi ia trauma karena pengalaman pertama.

7. Lakukan pemanasan
Lakukan pemanasan ringan pada kaki dan tangan agar ia tidak kram saat berenang

8. Perhatikan kondisi anak
Jangan mengajak anak berenang saat ia dalam keadaan mengantuk/baru bangun tidur, lapar/kekenyangan dan saat ia tidak tertarik/tidak mau.

9. Awasi anak
Orang tua tidak boleh lengah saat bayi/anak berenang. Ibu bisa memilih kolam dimana kaki ibu bisa berpijak dengan aman sehingga bisa tetap mengawasi anak saat berenang

10. Siapkan kebutuhan saat berenang usai
Segera mandikan bayi/anak setelah selesai berenang, oleskan minyak telon dan siapkan makanan untuk anak/susui bayi usai berenang.

11. Perhatikan kondisi anak usai berenang
Apakah anak mengalami alergi setelah berenang misal gatal-gatal, iritasi akibat kaporit.


selengkapnya...

Monday, 16 November 2015

Manfaat Berenang Untuk Bayi


Berenang adalah salah satu olahraga yang sudah bisa dilakukan untuk bayi. Kegiatan ini sangat menyenangkan karena hampir semua anak menyukai bermain dengan air. Berenang juga merupakan salah satu olahraga yang dianjurkan oleh Rasulullah saw untuk diajarkan kepada anak karena banyak manfaat yang bisa didapatkan. 

Saat yang tepat untuk mengajak bayi berenang adalah ketika ia sudah dapat menegakkan kepalanya dan mengontrol kepalanya saat digendong dan saat posisi duduk (biasanya bayi sudah menginjak usia 4 bulan). Perhatikan juga kondisi fisiknya apakah sedang sakit atau sehat. Bila sedang tidak enak badan (misal kembung, flu dll) jangan ajak bayi untuk berenang. Bayi yang memiliki kelainan bawaan  seperti gangguan jantung dan paru paru perlu berkonsultasi ke dokter terlebih dulu apakah aman mengajaknya berenang.

Waktu berenang yang aman untuk bayi sekitar 10-15 menit sedangkan untuk anak 20-30 menit. Frekuensi berenang juga cukup 1x seminggu. Bila jari jari anak sudah keriput atau terlihat ada tanda ia kedinginan (bibir biru dll) maka hentikan aktivitas berenang.

Manfaat apa saja yang bisa diperoleh bayi saat berenang?
1. Bayi menjadi bahagia/senang karena bisa bermain air
2. Bayi menjadi lebih sehat dan ceria
3. Membantu bayi untuk berani bermain bersama air
4. Membantu perkembangan sensorik dan motorik bayi
5. Membantu perkembangan jantung dan paru paru
6. Membantu menguatkan otot bayi 
7. Membantu membentuk postur tubuh yang baik
8. Mencegah obesitas
9. Membantu mengasah kemadirian, keberanian dan rasa percaya diri

Ibu bisa mengajak bayi berenang ke tempat babyspa ataupun juga bisa berenang sendiri di rumah dengan kolam renang bayi. Selamat menikmati tumbuh kembang si kecil :)

selengkapnya...

Sunday, 15 November 2015

Demam Pada Anak



KATEGORI DEMAM itu ada 3 :

  • Demam rendah :: suhu tubuh 37,2 – 38,3 0 C
  • Demam sedang :: suhu tubuh 38,4 – 39,4 0 C
  • Demam tinggi :: suhu > 39,5 0 C

Nah berikut tanda-tanda kapan kita perlu merasa cemas atau tidak

--SAAT UNTUK TIDAK TERLALU CEMAS –

1. Kondisi anak tidak tampak memburuk
2. Aktif saat bermain dan menanggapi interaksi dengan normal
3. Tidak ada perbedaan dalam warna kulit selain pipi yang merah karena demam
4. Tersenyum, waspada tertarik dengan sekeliling, mata terbuka lebar
5. Anak “kembali normal” dengan sendirinya ketika demam berkurang
5. Menangis dengan keras tetapi dapat dihibur/ditenangkan

--SAAT UNTUK MERASA LEBIH CEMAS—

1. Kondisi anak tampak memburuk selama berjam-jam/hari
2. Semakin lesu, mengantuk, kurang responsif
3. Pucat atau warna kulit keabu-abuan
4. Suram, ekpresi wajah gelisah
5. Anak tampak tidak membaik ketika demam berkurang
6. Tangis tidak dapat dihibur dan tangisannya semakin melemah
Jadi selalu sediakan termometer ya bu dirumah “sedia payung sebelum hujan”
Semoga bermanfat ya ibu, salam sayang dari kami (Ibu dan Umar)
selengkapnya...

Tuesday, 10 November 2015

Apakah Bayi Cukup Mendapatkan ASI?



Menyusui bayi untuk pertama kalinya sering membuat ibu khawatir apakah ASI yang ibu berikan cukup untuk bayi? Hal ini wajar dirasakan ibu karena di awal-awal bulan intuisi ibu belum terbentuk sempurna dan pengetahuan ibu tentang menyusui masih kurang.

Berikut ini bisa dijadikan tanda untuk mengetahui apakah bayi mendapatkan ASI yang cukup dan tepat :

1. Frekuensi buang air kecil
Bayi yang cukup menyusui, 3 hari pertama setelah menyusui biasanya akan berganti popok minimal 6-8x / hari. Freekuensi buang air kecil yang sering menjadi salah satu tanda bahwa bayi tidak mengalami dehidrasi (kekurangan cairan tubuh)

2. Terjadi perubahan pada kotoran bayi. 
Dalam mingggu pertama : kotoran berubah dari hitam pekat ke hijau/kecoklatan

Saat air susu yang dihasilkan ibu kaya protein dan lemak, maka kotoran bayi berubah menjadi kuning (tanda ia mendapat kalori cukup)

Dalam bulan pertama dan kedua bila bayi cukup mendapat susu kaya lemak maka frekuensi BAB minimal 2-3x. Pada beberapa bayi, BAB juga bisa terjadi selama dan setelah tiap kali menyusu. Hal ini wajar karena salah satu efek ASI adalah pencahar alami (merangsang BAB).

3. Rasakan perubahan fisik ibu
Bila sebelum menyusui dada terasa penuh dan setelah menyusui terasa berkurang. Selain itu juga terjadi perembesan di antara 2 waktu penyusuan. Hal ini menandakan bahwa ada produksi dan pemberian ASI yang cukup untuk bayi.

4. Amati tingkah laku bayi
Bila bayi mengisap dengan semangat, terdengar Bayi menelan ketika minum ASI, ibu merasa ada air susu yang keluar, setelah minum susu bayi akan tertidur pulas maka itu juga menandakan bahwa ia cukup memperoleh air susu
selengkapnya...

Monday, 9 November 2015

Kenali Gejala Dehidrasi Saat Anak Diare

Salah satu hal yang perlu diwaspadai pada saat anak diare adalah keadaan dehidrasi. Mengapa dehidrasi harus diwaspadai? Karena dengan penangan yang tidak tepat, dehidrasi dapat berakibat fatal. Dehidrasi ditandai dengan berkurangnya cairan tubuh. Bila anak diare ibu harus selalu mengamati apakah anak mengalami gejala dehidrasi ringan-sedang ataukah dehidrasi berat.

Tanda tanda berikut ini bisa menjadi panduan untuk menilai tingkat gejala dehidrasi.

Gejala Dehidrasi Ringan-Sedang 

1. Berat badan berkurang 5 % dari berat awalnya
2. Anak masih bermain tetapi ia tidak terlalu aktif
3. Mulut kering dan saat menangis hanya sedikit air mata yang keluar
4. Jumlah urin yang dihasilkan lebih sedikit dari biasanya

Gejala Dehidrasi Berat

1. Berat badan berkurang 5-10% dari berat awal
2. Anak menjadi lesu dan sangat sensitif/rewel
3. Mata sayu
4. Pada anak kurang dari 1 tahun, bintik lunak yang ada di bawah kepala menyusut
5. Mulut kering dan tidak ada air mata saat menangis
6. Kulit kering, pucat dan keriput
7. Buang air kecil sangat jarang (1-2x sehari)
8. Air seni berwarna kuning gelap


Penanganan yang bisa dilakukan untuk gejala dehidrasi ringan sampai-sedang adalah dengan terus memberikan cairan (ASI, minuman elektrolit,dan air putih). Apabila anak telah menunjukkan gejala dehidrasi berat maka ibu harus segera menghubungi rumah sakit/dokter terdekat untuk penanganan lebih lanjut.
selengkapnya...

Sunday, 8 November 2015

Tips Memotong Kuku Bayi

Kuku adalah bagian dari jari yang harus sering dirawat/dipotong, terlebih lagi kuku di bagian tangan. Selain  lebih cepat panjang dibanding kuku pada bagian kaki, kuku pada bagian tangan bayi yang panjang dapat menyebabkan luka di wajah akibat bayi yang belum mampu mengontrol gerakan tangannya sendiri. Memotong kuku bayi memang tidak semudah yang kita bayangkan beberapa penyebabnya antara lain rasa khawatir ibu melukai bayi ketika memotong kukunya atau bayi yang terlalu banyak bergerak.

Berikut ini adalah tips-tips yang bisa dilakukan agar menggunting kuku bayi menjadi lebih mudah :)

1. Gunting kuku saat bayi tertidur lelap
Bayi yang tidur lelap memudahkan tugas ibu karena badan bayi akan lemas dan tangannya terbuka

2. Gunakan gunting kuku yang sesuai
Biasanya gunting kuku bayi ujungnya tumpul dan berbentuk seperti gambar diatas. Karena dengan desain seperti itu ujung kuku bayi lebih mudah terlihat sehingga dapat mengurangi resiko terluka.

3. Tekan bagian kulit jari/bantalan jari
Saat menggunting kuku bayi, tekan bagian bantalan jari sehingga ujung kuku terlihat dan mudah dipotong. Bila ibu masih kesulitan melakukannya sendiri bisa meminta bantuan suami untuk membantu menekan bantalan jari itu

Bila saat mengunting ada sedikit darah yang keluar maka tekan lalu lap dengan tisue atau kain pada bagian yang berdarah.

selengkapnya...

Saturday, 7 November 2015

15 Cara Meningkatkan Produksi ASI

Bagi sebagian ibu, menyusui adalah kegiatan yang tidak mudah. Hal ini disebabkan karena jumlah produksi ASI yang sangat terbatas. Jumlah produksi ASI yang terbatas itu disebabkan oleh banyak faktor diantaranya posisi bayi saat menyusui, isapan bayi yang tidak tepat, faktor psikologis ibu (kelelahan, stres, putus asa), waktu menyusui yang terjadwal dll.

Seorang ibu tentu akan mengupayakan berbagai cara agar bayinya memperoleh ASI yang cukup. Untuk mendapatkan ASI yang cukup, perlu adanya upaya yang ibu harus lakukan yaitu :

1. Berkonsultasi dengan ahli
Ibu bisa melakukan kunjungan ke pakar ASI/dokter anak untuk mengetahui posisi dan teknik mengisap bayi yang tepat serta mengevaluasi apakah bayi ibu sudah melakukannya dengan benar.

2. Berfikiran positif
Jauhkan komentar-komentar negatif yang mungkin mengganggu pikiran ibu misalnya anggapan orang terdekat bahwa ibu tidak bisa menyusui dengan baik. Pada saat ini yang kita butuhkan adalah dukungan dari orang sekitar yang membantu membangun kepercayaan diri ibu untuk tetap memberikan ASI bagi bayi.

3. Cek kembali aktivitas ibu
Aktivitas yang terlalu padat dan sibuk dapat menyebabkan kelelahan sehingga tidak bisa menyusui dengan optimal

4. Bawa bayi ke tempat tidur
Menyusui di waktu siang dan malam sambil memeluk bayi akan membuat hubungan ibu dan bayi semakin erat. Pada saat tidur, ibu dapat menghasilkan hormon penghasil susu dengan sangat baik.

5. Buatlah kontak kulit dengan bayi
Buka sedikit pakaian bayi di bagian perutnya agar bisa terjadi kontak langsung dengan perut ibu. Kontak langsung antara bayi dan ibu bisa membuat bayi terjaga dari tidur dan membuatnya lebih bersemangat ketika disusui.

6. Lakukan penyusuan sesering mungkin
Semakin sering ibu menyusui bayi, maka produksi susu akan semakin baik. Susui bayi paling tidak 1x setiap 2 jam. Bila saat siang hari ia tertidur lebih dari 3 jam maka bangunkan agar ia mau menyusu. Saat bayi mengantuk biarkan ia meringkuk dalam dekapan ibu karena kontak kulit akan merangsang aliran susu.

7. Peluk bayi anda
Kontak antara  ibu dan bayi akan membantu merangsang hormon penghasil ASI

8 Tidur saat bayi tertidur
Pada saat awal kelahiran, seorang bayi akan sangat sering menyusui. Sehingga ibu juga perlu beristirahat dan menunda pekerjaan untuk menghemat tenaga.

9. Berikan kebebasan bagi bayi
Berikan bayi kesempatan untuk menyelesaikan menyusu pada salah satu payudara. Hal ini dapat membantu bayi untuk mendapatkan susu dengan kadar lemak paling tinggi. Bila bayi hanya beberapa menit menyusu pada salah satu payudara, bayi tidak mendapat banyak kalori yang di butuhkan untuk menaikkan berat badan. Cara menyusu inilah yang membantu bayi tumbuh dan meningkatkan kemampuan ia belajar mengisap.

10. Lakukan penyusuan berganti (teknik sendawa-ganti)
Biarkan bayi menyusu pada salah satu payudara hingga selesai, tandanya intensitas mengisap dan menelan menurun serta mata mulai tertutup karena mengantuk (biasanya dalam waktu 10 menit). Bila tanda itu telah muncul maka pindahkan ia dari sisi payudara yang pertama, tepuk punggungnya dengan lembut agar bersendawa lalu biarkan ia menyusu lagi hingga berhenti, pindahkan-sendawakan-pindahkan lagi. 
Cara ini mampu mengeluarkan air susu berkalori tinggi pada ibu karena refleks pengeluaran ASI dirangsang setiap ibu berganti sisi kiri dan kanan 

11. Lakukan penyusuan yang berulang
Hampir sama dengan teknik penyusuan berganti. Saat bayi telah selesai menyusui pada salah satu sisi, sendawakan bayi lalu gendong bayi dalam posisi tegak selama 10-20 menit. Setelah itu tawarkan kembali pada bayi agar mau menyusi kembali. Sendawa berfungsi untuk mengurangi jumalah udara dalam perut bayi sehingga ia bisa menerima susu kembali

12. Gendong Bayi
Kedekatan antara ibu dan bayi saat mengegendong membantu stimulasi produksi ASI dan membuat bayi ingin menyusu. Lakukan kegiatan ini di sela waktu ia terjaga. Beberapa bayi akan menyusu dengan baik bila dalam keadaan bergerak atau saat digendong ibunya

13. Pijat dada ibu sebelum dan selama menyusui
Pijatan lembut dapat membantu merangsang keluaranya air susu. Teknik ini bisa membantu bayi agar menyusu lebih lama. Saat bayi terlihat sudah tidak bersemangat mengisap gunakan tangan untuk memijat payudara sehingga air susu bisa turun dan dihisap bayi lagi

14. Rileks saat menyusui
Ibu yang tegang baik secara fisik maupun emosi akan menghambat keluarnya air susu (lihat disini)

15. Cukupi nutrisi ibu
Menu makanan yang kaya buah dan sayuran membantu meningkatkan poduksi air susu


selengkapnya...

Wednesday, 4 November 2015

4 Perlengkapan Pendukung Proses Nyaman Menyusui

Proses menyusui seringkali membuat ibu menjadi kelelahan akibat waktu yang lama. Kelelahan saat menyusui dapat dikurangi dengan posisi ibu yang nyaman saat menyusui. Berikut tips yang bisa digunakan untuk mendapatkan posisi yang nyaman saat menyusui :


1. Gunakan pakaian yang sesuai
Pakaian yang memudahkan ibu untuk menyusui bayi, sangat membantu proses menyusui. Biasanya baju terusan (daster) ini memiliki kancing depan di bagian dada. Bisa juga menggunakan pakaian atasan dan bawahan (celana dan baju) yang praktis. Pakaian dengan jenis baju terusan (daster) yang tidak memiliki kancing di bagian depan akan sangat tidak nyaman digunakan saat menyusui bayi.

2. Gunakan alat menggendong
Kadangkala saat bepergian kita tetap harus menyusui bayi. Alat menggendong yang diselempangkan seperti jarik atau lainnya akan sangat membantu bayi agar melekat lebih dekat dengan ibu. Jangan gunakan alat gendong dengan tipe gendongan depan atau belakang.

3. Gunakan bantal menyusui
Apabila kita menyusui di rumah maka bantal menyusui akan sangat membantu. Bantal ini didesain khusus untuk memberikan sokongan yang kuat bagi bayi berada di pangkuan ibu dan meninggikan posisi bayi hingga sebatas payudara. Kelebihan bantal ini yaitu bisa pas di sekeliling pinggang ibu sehingga mampu menyangga punggung. Penggunaan bantal menyusui akan sangat membantu terutama untuk bayi yang prematur dan otot-ototnya lemah. Apabila kita tidak mempunyai bantal khusus menyusui bisa juga menggunakan bantal biasa.

4. Gunakan penyangga kaki
Penyangga kaki seperti dingklik.kursi kecil/pendek dapat membantu mengangkat pengkuan ibu ke ketinggian yang tepat dan nyaman untuk menyusi. Penyangga kaki ini bermanfaat untuk mengurangi pegal pegal di bagian punggung, kaki bahu dan lengan
selengkapnya...

Monday, 2 November 2015

Hindari Makanan Ini Saat Memberi ASI


Makanan yang dikonsumsi ibu akan diminum oleh bayi melalui ASI. Apabila bayi itu sensitif terhadap makanan yang dimakan ibu, biasanya akan timbul efek dari makanan. Efek itu akan muncul setelah 2 jam ibu mengkonsumsinya. Makanan yang memberikan efek ini biasa disebut dengan makanan pengganggu ASI. Bayi yang sangat peka biasanya akan menunjukkan perubahan walaupun ibu hanya makan sedikit dari makanan pengganggu ASI. Gejalanya bayi bisa menjadi rewel, alergi, gatal-gatal, ruam, sakit perut atau gelisah. 

Bagaimana kita tahu bahwa penyebab perubahan pada bayi itu karena makanan pengganggu ASI yang dikonsumsi ibu?

Berikut tips untuk menyadari bayi terkena efek makanan pengganggu ASI
  • Bila bayi mengalami perubahan fisik/tingkah laku misal alergi dll, setelah 24 jam dari waktu ibu mengkonsumsi makanan pengganggu ASI. 
  • Bila bayi pulih dari perubahan fisik/tingkah laku misal alergi dll, setelah 2 x 24 jam dari waktu ibu mengkonsumsi makanan penganggu ASI. 

Apa saja makanan pengganggu ASI yang sebaiknya dihindari saat kita memberi ASI pada bayi?

1. Makanan yang mengandung kafein
Konsumsi makanan dengan kadar kafein tinggi dan terus menerus bisa membuat bayi terganggu, misalnya menjadi terjaga terus menerus. Makanan yang tinggi kafein misalnya kopi, teh, cokelat, minuman ringan.

2. Biji-bijian dan kacang-kacangan
Jenis makanan ini bisa menyebabkan alei misalnya kacang tanah, gandum, jagung

3. Makanan yang mengandung gas
Biasanya bayi menjadi lebih sering mengeluarkan gas. Jenis makanan yang mengandung banyak gas misalnya brokoli, kembang kol, kubis, bawan putih

4. Produk olahan berbahan susu
Produk olahan susu mengandung protein yang bisa menyebabkan alergi terutama pada bayi yang sensitif. Gejalanya bayi bisa mengalami saki perut.

5. Makanan pedas
Ternyata rasa ASI akan berbeda setelah ibu mengkonsumsi makanan pedas. Kadang kadang bayi menjadi menolak minum ASI atau menjadi sakit perut.
selengkapnya...

Sunday, 1 November 2015

Apa Saja Penyebab Diare pada Anak?

Diare adalah salah satu penyakit yang mungkin paling rentan dialami oleh balita. Daya tahan tubuh balita belum berkembang sempurna sehingga ia rentan terkena infeksi. Ada beberapa infeksi yang bisa menyebabkan diare pada anak. Yuk kita simak apa saja penyebabnya.

1. Rotavirus
Virus ini menjadi penyebab diare yang paling umum. Gejala umum yang muncul yaitu muntah-muntah dan demam. Biasanya diare akibat virus ini terlihat dari kotoran yang berbau sangat busuk, encer, berwarna hijau/cokelat.  Kejadiannya bisa berlangsung selama berminggu-minggu.

Gambar (Google.com)

2. Virus lain
Virus flu juga ternyata bisa menyebabkan diare

3. Bakteri
Jenis bakteri yang biasa menyebabkan diare yaitu Eschericia coli dan Salmonella. Gejalanya bisa muntah-muntah dan demam. Selain itu juga terjadi diare yang berdarah ang menunjukkan adanya infeksi bakteri diusus.

4. Parasit
Tanda tanda yang bisa diamati yaitu tinja menjadi encer dan bisa terjadi lebih dari 2 minggu
selengkapnya...

Saturday, 31 October 2015

Apa yang Harus Dilakukan Saat Anak Diare?

Sebenarnya asal kata "diare" itu berasal dari bahasa Yunani yang artinya "mengalir terus". Kondisi diare biasanya terjadi tiba-tiba ditandai dengan konsistensi (tekstur) tinja yang encer dan frekuensi BAB yang lebih sering daripada biasanya. Pemicu diare pada balita biasanya akibat infeksi usus, infeksi lambung, flu, dan tidak bisa menerima makanan baru. 

Tanda-tanda yang bisa kita amati pada tinjanya yaitu :
  • Berair
  • Berwana hijau
  • Frekuensi BAB lebih sering
  • Kadang muncul bercak darah
  • Ada ruam merah muda di sekitar anus
Hampir kebanyakan kasus diare yang terjadi itu karena gangguan sementara dan bukan masalah medis. Kejadian itu bisa segera hilang dengan pemberian cairan ekstra dan perubahan sedikit pada menu makanan balita.

Hal paling penting yang perlu diperatikan saat anak diare adalah DEHIDRASI. Kondisi dehidrasi bisa menyebabkan keseimbangan cairan elektrolit di tubuh anak terganggu. Apabila kondisi ini terganggu akibatnya fatal karena akan mengakibatkan organ tubuh tidak bisa berfungsi dengan baik bahkan pada kasus dehidrasi berat yang tidak ditangani serius mengakibatkan kematian pada anak.

Mengapa anak bisa dehidrasi saat diare? karena saat diare cairan tubuh anak akan keluar lebih banyak dari biasanya diakibatkan kondisi perut dan ginjal yang tidak sehat. Sedangkan perut dan ginjal yang sehat dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan elektrolit di dalam tubuh.

Gambar (Google.com)

Beberapa hal yang bisa dilakukan saat menangani anak diare yaitu :

1. Cari penyebabnya

Cek apakah ada makanan jenis baru yang ia makan
Cek apakah ada perubahan dari minum susu formula ke susu sapi -- dari ASI ke susu formula
Cek apakah anak flu atau demam

Bila terkait perubahan makanan maka kembali ke menu awal dan hilangkan makanan yang dicurigai. Biasanya tinja akan berubah kembali normal dalam waktu dekat setelah menghilangkan makanan penyebab diare. Bila anak demam/flu mungkin diarenya karena infeksi (lihat disini)

2. Tentukan tingkat kegawatan diare dan dehidrasi

Amati kondisi anak apakah ada perubahan yang signifikan. Bila kita memiliki timbangan di rumah, sebaiknya ditimbang setiap hari agar bisa tahu berapa banyak penurunan berat badannya. Bila tidak ada berat yang hilang secara signifikan maka kita tidak perlu cemas.

3. Hindari makanan yang bisa menimbulkan iritasi

Bila anak muntah-muntah hindari makanan padat - susu (kecuali ASI) - makanan instan.
Bila anak diare ringan hindari produk olahan susu - makanan kadar lemak tinggi - sari buah
Bila anak diare berat hentikan semua makanan (kecuali ASI)


4.Hindari sari buah

Sari buah dihindari karena banyak mengandung sorbitol (gula yang tidak diserap usus) dan bisa memperburuk diare.

5. Hindari larutan mendidih

Larutan mendidih, terutama susu dan gula yang didihkan bisa memperburuk dehidrasi

6. Cegah dehidrasi

Bila anak sudah tidak minum ASI maka berikan larutan elektrolit oral. Tanyakan aturan pakai dan dosisnya pada apoteker atau baca pada kemasannya. Biasanya anak tidak mau minum elektrolit karena rasanya yang aneh bagi mereka. Trik yang bisa dilakukan yaitu berikan sedikit demi sedikit tetapi sering.


7. Tetap berikan ASI

ASI tetap menyediakan kebutuhan cairan bagi bayi anda. Selain itu ASI juga dapat memberikan kenyamanan pada bayi anda sehingga dapat mengurangi rasa sakit pada perutnya. Pastikan ibu tercukupi kebutuhan nutrisinya, supaya bayi anda bisa meminum ASI sepuasnya.


8. Kembali ke menu makanan reguler

Saat diare telah berhenti kita bisa kembali ke menu makanan rutinnya. Hindari susu sapi sampai diare berhenti dan saat pemulihan bisa diberikan yoghurt.



selengkapnya...

Wednesday, 28 October 2015

Berbahayakah Saat Anak Jatuh dan Kepalanya Terbentur?

Saat anak jatuh dan kepalanya terbentur tentu akan membuat orang tua panik. Terlebih lagi bila usia bayi masih sangat kecil. Kejadian jatuh pada anak memang paling sering terjadi. Tentunya sebagai orang tua kita tak ingin hal itu terjadi walaupun kita sudah berusaha untuk terus mendampingi dan mengawasi tetapi adakalanya kita lengah.

Gambar (secretsofbabybehavior.com)

Kejadian yang paling sering dikonsultasikan ke dokter yaitu keadaan dimana saat anak terjatuh muncul benjolan besar dan terjadi pendarahan di bagian kulit kepalanya. Seorang dokter akan mengerti perbedaan antara luka yang terjadi di tengkorak atau luka yang terjadi di otak. 

Tengkorak manusia itu seperti helm yang fungsinya melindungi bagian otak yang lunak. Tengkorak sendiri dilindungi oleh kulit kepala yang kaya pembuluh darah.

Biasanya yang terjadi saat anak jatuh adalah luka di bagian kulit kepalanya saja hingga mengakibatkan pendarahan dan benjolan. Benjolan/pembengkakan terjadi karena ada pembuluh darah yang pecah di bawah kulit kepala. Pendarahan dan benjolan jarang mengindikasikan bahwa bagian utama otak ikut terluka. 

Nah yang harus diwaspadai adalah ketika terjadi luka pada bagian utama otak. Bentuknya bisa berupa pendarahan dan gegar otak. Pendarahan dan gegar otak terjadi saat pembuluh darah kecil yang ada di antara tengkorak dan otak rusak. Kerusakan itu bisa mengakibatkan aliran darah di otak terhambat. Tanda-tanda luka pada otak biasanya bisa diamati dengan jelas. Dan saat hal itu terjadi segera hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Tanda-tanda luka pada otak

  • Anak jadi kehilangan arah ketika bergerak, susah bangkit
  • Saat anak tidur ia tidak bernafas seperti biasanya
  • Mata menjadi juling-bola mata tidak sama
  • Muntah terus menerus
  • Wajah semakin pucat
  • Keluar darah atau cairan encer dari saluran telinga
  • Mengalami kejang tiba-tiba (sawan)
  • Kehilangan keseimbangan saat sedang duduk, merayap atau berjalan


selengkapnya...

Tuesday, 27 October 2015

Cara Atasi Luka Pada Gigi Bayi

Punya balita yang sedang belajar berjalan biasanya akan menguras cukup banyak waktu orang tua untuk mengawasi. Kadang saat kita lengah ia bisa saja menabrak sudut meja atau kursi yang tajam dan akhirnya mengenai gigi/gusinya. 

Saya pernah mengalaminya ketika anak saya sedang berada di fase "rambatan" ia senang sekali belajar berdiri dengan berpegangan pada benda-benda yang setinggi dirinya. Waktu itu karena terlalu bersemangat ingin berdiri dia menabrak sudut kursi dan kebetulan saat itu juga saya sedang lengah. Ekspresi pertamanya tentu menangis kencang tapi yang buat saya panik waktu tahu ada darah yang keluar dari mulutnya. Reaksi pertama saya panik dan langsung berpikir cepat pergi ke dokter. 

Tapi tiba-tiba ingat kalau saya pernah baca judul tentang penanganan luka pada gigi/gusi anak yang belum sempat dibaca (karena saya belum mengalami maka bab itu terlewatkan). Baca sekilas dan praktekkan saran yang diberikan ternyata ampuh, darah yang keluar dari mulutnya tidak lama kemudian berhenti dan anak ceria lagi. Setelah saya cek untungnya giginya tidak sampai patah, alhamdulillah. 

Saran yang saya baca ini ditulis oleh seorang dokter anak dan perawat yang sudah sangat berpengalaman menangani 7 anaknya sendiri. Berikut cara atasi luka pada gigi dan gusi anak :

1. Kompres dengan kantong es/tawarkan es loli (es buah) untuk dihisap
Tujuannya agar bengkak pada gusinya berkurang.

2. Tuang air dingin di atas potongan kasa/kain lembut dan pasangkan di antara bibir dan gusinya-tekan pelan-pelan pada lokasi yang berdarah

3. Apabila giginya patah/berubah posisi setelah jatuh (misalnya terdorong ke atas hingga masuk ke gusi) segera konsultasikan ke dokter gigi




 Gambar (babble.com)

Perlu di waspadai juga bila terjadi abses kondisi dimana anak demam dan gusi di atas bagian gigi yang luka bengkak dan menjadi lunak saat diraba. Hal itu bisa terjadi atau muncul 3-7 hari kemudian setelah gigi/gusi terluka. Kondisi itu mungkin bisa menyebabkan gigi menjadi lepas dan akan berbahaya bila tertelan saat anak tidur.  Bila kondisi itu terjadi segera konsulatikan ke dokter gigi anda.







selengkapnya...

Wednesday, 21 October 2015

Cara Atasi Kekurangan Zat Besi Pada Bayi

Zat besi berperan penting dalam tubuh manusia, ia bertugas untuk membentuk sel darah merah, menyuplai oksigen ke sel dan untuk pertumbuhan tulang dan gigi. 

Menginjak usia 6 bulan, cadangan zat besi dalam tubuh bayi biasanya mulai menipis. Sementara itu sistem pencernaannya belum siap menerima makanan yang sulit dicerna terutama yang banyak mengandung zat besi. Bagaimana cara kita mengatasinya?

Hal yang bisa kita lakukan adalah mengkonsumsi makanan kaya zat besi agar kualitas ASI mampu mencukupi kebutuhan zat besi bayi. Perlu diingat bahwa penyerapan zat besi  akan lebih baik bila dikombinasikan dengan konsumsi makanan kaya vitamin C. Yuk kita simak makanan apa saja yang kaya zat besi dan vitamin C. 

# Makanan Kaya Zat Besi #

Sayur-sayuran
bayam - kangkung - daun kacang panjang - daun ubi jalar- daun labu - brokoli - selada air -daun melinjo

Kacang - kacangan 
tahu - tempe -  Kacang kedelai - kacang hijau - kacang tolo - kenari - almon - wijen

Makanan hewani
Daging sapi - ayam - ikan 


# Makanan Kaya Vitamin C #

Sayur - sayuran
kembang kol - brokoli - kol - paprika - sawi - kangkung 

Buah-buahan
Jambu bijimerah - aneka jeruk - belimbing - mangga - nanas - sirsak - stroberi - kiwi - buah naga - sawo - srikaya

Gambar (dietsehatcantik.com)

selengkapnya...

Tuesday, 20 October 2015

Bijak Menentukan MP-ASI Pertama Bagi Bayi

Banyak ibu yang bingung ketika akan mulai memberikan MP ASI pada buah hati. Jenis makanan apa yang cocok untuk memulai pengalaman pertamanya? Jenis makanan yang paling populer biasanya adalah pisang dan bubur beras. 

Bayi yang baru menginjak usia 6 bulan belum memiliki sistem cerna yang sempurna. Ia baru dapat mengkonsumsi makanan yang mudah dicerna seperti ASI. Ternyata dari sekian banyak jenis makanan, BUAH adalah menu MP ASI awal yang paling tepat karena buah mengandung karbohidrat sederhana yaitu gula buah yang bisa langsung diserap oleh bayi. Selain itu buah juga dilengkapi dengan enzim pencerna alami seperti yang dimilki ASI. 

Bagaimana dengan bubur beras? Ternyata bubur beras mengandung karbohidrat yang lebih kompleks sehingga akan membebani sistem pencernaan bayi. Karbohidrat kompleks itu harus diubah dulu menjadi karbohidrat sederhana agar bisa dicerna. Bayi usia 6 bulan belum punya refleks mengulum yang bisa menghasilkan enzim amilase. Ketiadaan enzim amilase akan menyulitkan proses pencernaan kabohidrat kompleks. Nah karena tidak bisa tercerna dengan baik akhirnya pankreas bayi yang akan bekerja keras untuk membantu pencernaan. Bayi yang pankreasnya bekerja keras secara terus menerus akan memiliki resiko besar terkena diabetes saat dewasa kelak. Pemberian karbohidrat kompleks dapat dilakukan secara bertahap setelah ia terbiasa mencerna karohidrat sederhana seperti buah.

Berikut ini panduan sederhana untuk menentukan MP-ASI bagi bayi :

Minggu ke 1
Berikan buah-buah tunggal (tidak dicampur)

Minggu ke 2
Berikan buah tunggal atau 2 jenis campuran buah

Minggu ke 3
Tetap berikan buah dan dapat mulai dikenalkan karbohidrat kompleks yang tidak sulit cerna, sayuran umbi  dan sayuran buah


Daftar jenis buah, sayur dan umbi yang bisa diberikan pada bayi

Buah
Jeruk manis - semangka - melon - blewah - belimbing - pisang ambon - pisang raja - alpukat - apel - mangga - pir - pepaya

Sayuran buah
Jagung manis - labu kuning- ketimun - tomat (buang biji) - labu siam

Sayuran umbi
Wortel

Umbi dan padi-padian
Kentang - ubi jalar - singkong - beras putih/merah/cokelat/hitam - sukun

Gambar (fresh-fruit-recipe-alfreda.blogspot.com)
selengkapnya...

Monday, 19 October 2015

Hati-Hati dengan "Tanda Kesiapan Palsu" Bayi Siap Diberi MP ASI

Seringkali kita sebagai orang tua merasa bahwa bayi butuh segera diberikan MP ASI karena kita melihat ada beberapa tanda-tanda bahwa ia butuh makanan lain selain ASI. Tanpa kita sadari ada beberapa tanda tanda yang ditunjukkan bayi sebenarnya hanyalah sebuah "tanda kesiapan palsu" artinya ia sebanarnya belum membutuhkan MP ASI, apa saja tandanya? Berikut ini tanda tanda kesiapan palsu yang patut kita amati :

1. Sering terbangun di malam hari
Banyak alasan yang membuat bayi terbangun di malam hari. Sering terbangun belum tentu menandakan ia lapar dan butuh makanan. Jika memang lapar ASI lah makanan yang paling tepat untuk bayi  < 6 bulan, tetap berikan ASI selama ia membutuhkannya.

2. Berat badan tidak naik/naik hanya sedikit
Kadang kita menjadi cemas bila berat badan bayi tidak naik dan mengira ia kurang mendapatkan asupan makanan. Ternyata penurunan berat badan di usia bayi > 4 bulan adalah sesuatu yang normal jika ia hanya mengkonsumsi ASI

3. Sering mengamati orang tua saat makan
Bayi yang dipenuhi rasa ingin tahu memang sedang senang mengamati aktivitas yang dilakukan orang tuanya seperti makan, minum, menyisir rambut, dll. Itu adalah bagian dari perkembangan usianya bukan menunjukkan bahwa ia lapar dan ingin makan.

4. Membuat suara mengecap-ngecapkan bibir
Ia baru belajar menggunakan mulut untuk berbicara dan persiapan untuk mengunyah nanti sehingga ia senang membuat suara seperti itu.

5. Tidak langsung tidur setelah minum susu
Jam tidur bayi yang berusia > 4 bulan memang akan berkurang, ia jadi lebih sering terjaga dan bermain.

6. Bayi berukuran kecil/besar
Bentuk fisik bayi yang kecil/besar salah satunya dipengaruhi oleh faktor genetik (keturunan). Ukuran bayi tidak menjadi tolak ukur kita harus mempercepat pemberian MP ASI.

Gambar (Pinterest.com)
selengkapnya...